MAKALAH AGAMA ETOS KERJA


MAKALAH AGAMA
ETOS KERJA



A20.WMF
 






Kelompok:
Ade mulyana
Ade roni
Agi m ridwan
Agus karli
Aji suhardani

Daftar isi

BAB I - Pendahuluan
a.      Latar belakang
BAB II - Pengertian Etos Kerja
1.      Dalil Q.S. al-mujadilah ayat 11

a.       Terjemah
b.      Asbabun nuzul
c.       Kandungan
d.      Implementasi dalam kehidupan sehari-hari

2.      Dalil Q.S al-jumuah

a.       Terjemah
b.      Asbabun nuzul
c.       Kandungan
d.      Implementasi dalam kehidupan sehari-hari
BAB III – Kesimpulan








BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang

Agama Islam yang berdasarkan al-Qur’an dan al-Hadits sebagai tuntunan dan pegangan bagi kaum muslimin mempunyai fungsi tidak hanya mengatur dalam segi ibadah saja melainkan juga mengatur umat dalam memberikan tuntutan dalam masalah yang berkenaan dengan kerja.
Rasulullah SAW bersabda: “bekerjalah untuk duniamu seakan-akan kamu hidup selamanya, dan beribadahlah untuk akhiratmu seakan-akan kamu mati besok.” Dalam ungkapan lain dikatakan juga, “Tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah, Memikul kayu lebih mulia dari pada mengemis, Mukmin yang kuat lebih baik dari pada mukslim yang lemah. Allah menyukai mukmin yang kuat bekerja.” Nyatanya kita kebanyakan bersikap dan bertingkah laku justru berlawanan dengan ungkapan-ungkapan tadi.
Padahal dalam situasi globalisasi saat ini, kita dituntut untuk menunjukkan etos kerja yang tidak hanya rajin, gigih, setia, akan tetapi senantiasa menyeimbangkan dengan nilai-nilai Islami yang tentunya tidak boleh melampaui rel-rel yang telah ditetapkan al-Qur’an dan as-Sunnah. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.













BAB II


A.    Pengertian etos kerja

Etos kerja adalah  suatu sikap jiwa seseorang untuk melaksanakan suatu pekerjaan dengan perhatian yang penuh. Maka pekerjaaan itu akan terlaksana dengan sempurna walaupun banyak kendala yang harus diatasi, baik karena motivasi kebutuhan atau karena tanggungjawab yang tinggi.

Dalil Q.S. Al-mujadilah
a.      Terjemah

Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

b.      Asbabun nuzul

Ketima rosulluwlah sedang berkumpul dengan para sahabat di dalam suatu majlis, datanglah para sahabat pahlawan perang badar, orang-orang yang berada di dalam majlis itu tiada memberi tempat kepada orang yang baru datang. Rosulluwlah menyuruh kepada sahabat yang duduk untuk berdiri dan sahabat tersebut merasa tida enak, dan turun surat al-mujadilah.
c.       Kandungan

1.      Berlapang-lapanglah dalam suatu pertemuan dengan memberikan tempat kepada saudara-saudara kita yang baru datang.
2.      Jika pemimpin sidang/panitia meminta meluangkan beberapa tempat duduk untuk orang-orang yang dihormati hendaklah permintaan itu dihendaki.
3.      Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang berkumpul pada tiga hal, yaitu orang yang beriman, berilmu, dan beramal shaleh.
4.      Berusaha mencari ilmu, baik agama maupun yang lainnya, yang bermanfaat bagi orang lain.
5.      Orang yang beriman dan berilmu akan dimulyakan dan ditinggikan derajatnya oleh allah.

d.      Implementasi dalam kehidupan sehari-hari

a.       Berusaha dan bekerja keras.
b.      Ihklas dalam melakukan pekerjaan.

1.      Dalil Q.S Al-jumuah
a.      Terjemah

Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli . Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.

b.      Asbabun nuzul

Diriwayatkan dalam sebuah hadits
Ketika rosulluwlah sedang berkhutbah jumat, tiba-tiba datanglah para pedagang dengan membawa dagangannya. Dan para sahabat yang sedang mendengarkan khutbah itu berdiri mengerumuni para pedagang yang baru datang tersebut. Melihat kejadian itu turunlah Q.S al-jumuah ayat 9-10.

c.       Kandungan

Ayat  9

1.      Memerintahkan supaya orang yang beriman ketika terdengar panggilan adzan hendaklah melaksanakan shalat jumat
2.      ketika terdengar panggilan adzan semua aktivitas harus ditinggalkan dan bersegera untuk melaksanakan shalat jumat.
Ayat 10
1.      beramal untuk kepentingan akhirat.
2.      Berusaha untuk mencari rizki di bumi setelah menjalankan shalat.
3.      Senantiasa berdjikir atau mengat allah.
4.      Hidup manusia harus seimbang antara duniawi dan akhirat.

d.      Implementasi dalam kehidupan sehari-hari

1.      Kembali bekrja apabila sudah melakukan ibadah shalat.
2.      Berusaha berbuat amal.
3.      Saat bekerja maupun tidak berusaha untuk mengingat allah.




BAB III
KESIMPULAN
Etos kerja seorang muslim ialah semangat menapaki jalan lurus, mengharapkan ridha Allah SWT.
Etika kerja dalam Islam yang perlu diperhatikan adalah
1.  Adanya keterkaitan individu terhadap Allah sehingga menuntut individu untuk bersikap cermat dan bersungguh-sungguh dalam bekerja, berusaha keras memperoleh keridhaan Allah dan mempunyai hubungan baik dengan relasinya.
2  Berusaha dengan cara yang halal dalam seluruh jenis pekerjaan.
3.  Tidak memaksakan seseorang, alat-alat produksi atau binatang dalam bekerja, semua harus dipekerjakan secara professional dan wajar.
4.  Tidak melakukan pekerjaan yang mendurhakai Allah yang ada kaitannya dengan minuman keras, riba dan hal-hal lain yang diharamkan Allah.
5.  Professionalisme dalam setiap pekerjaan.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
welcome © 2012 | Designed by LogosDatabase.com, in collaboration with Credit Card Machines, Corporate Headquarters and Motivational Quotes